Pembuatan Alat Pembersih Botol Sederhana

Isi ulang air di botol minum memang sangat praktis. Tetapi, jangan lupa untuk mencucinya setiap kali air habis digunakan. Kebanyakan orang hanya membilas botol minum mereka menggunakan air putih atau bahkan tak pernah mencucinya, karena terlihat bersih.
Menurut penelitian terbaru, sering mengisi ulang air di botol minum bisa menyebabkan munculnya bakteri. Situs Treadmill Reviews yang bertugas untuk EmLab P & K menguji 12 botol air minum. Mereka menguji berbagai model botol minum yang telah digunakan para atlet selama seminggu tanpa dicuci.
Hasilnya pun mengejutkan. Mereka menemukan sejumlah sel bakteri hidup dari 12 botol minum yang diuji tersebut.
Botol minum dengan model slide top ditemukan memiliki kandungan kuman tertinggi. Mereka menemukan bakteri coccus gram positif yang dapat menyebabkan infeksi kulit, pneumonia, dan keracunan darah.
"Minum dari botol-botol ini bisa lebih buruk dibanding makan makanan dari piring hewan peliharaan Anda," tulis situs tersebut. Bakteri itu bisa bersembuyi di sela-sela tutup botol yang kadang lupa dibersihkan. Kelembaban pada botol minum yang tidak dicuci itu dinilai menjadi penyebab berkembangnya bakteri.
Sebaiknya menggunakan botol minum stainless steel dibanding berbahan plastik. Hindari botol minum yang terdapat banyak celah kecil, sehingga sulit dijangkau untuk dibersihkan. Bagian yang tidak terjangkau oleh sikat pembersih botol bisa menjadi rumah bagi kuman penyakit.
Pentingnya mencuci botol minum setelah setiap pemakaian. Jangan terus-menerus isi ulang botol minum dan tunggu waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu untuk mencucinya.


Pembuatan Alat Pembersih Botol Sederhana
A.   Alat dan Bahan
·         Dinamo
·         Pulpen
·         Kain kecil
·         Karet gelang
·         Kawat tembaga
·         Baterai

B.    Langkah-langkah:
1.     Siapkan alat dan bahan.
2.    Keluarkan isi pulpen, dan gunakan batang pulpennya saja,
3. Lilitkan kain ke batang pulpen, lalu gunting membentuk rumbai-rumbai dan ikat ujungnya menggunkana karet gelang.
4.   Tancapkan ujung pulpen pada dinamo kemudian rekatkan supaya kuat
5.   Hubungkan batu baterai dengan dinamo menggunakan kawat tembaga hingga memutar
6.    Dan lihatlah hasilnya, pembersih botol sederhana siap digunakan

C.    Cara Pemakaian
1.     Siapkan botol yang ingin dibersihkan.
2.    Hubungkan dinamo dengan baterai hingga alat memutar.
3.    Masukan  alat kedalam mulut botol dan arahkan sesuai keinginan


DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Rukaesih. 2004. Kimia Lingkungan. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Sulaiman, Herlina. 2010/2011. Penuntun Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Remaja. Makassar: Bintang Timur.
https://id.wikipedia.org/wiki/Botol, diunggah pada tanggal 16 Desember 2016.
http://lampung.tribunnews.com/2016/08/12/jarang-cuci-botol-minum-ini-akibatnya, diunggah pada tanggal 16 Desember 2016

_DN_

Membuat Media Dakonmatika untuk Materi FPB SD

Alat dan bahan :
1. Gunting
2. Penggaris
3. Spidol
4. Lem
5. Doubletape
6. Gelas plastik
7. Sterofoam
8. Sedotan dibentuk bintang
9. Kertas HVS


Cara pembuatan :
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Tempelkan gelas plastik pada stereofoam
3. Buat urutan nomor dari 1-27 menggunakan kertas HVS dan tempelkan nomor secara berurutan diatas gelas plastik yang sudah di tempelkan pada sterofoam
4. Media pembelajaran dakonmatika telah siap digunakan

Petunjuk penggunaan :
1. Misalkan mencari FPB dari 6 dan 4
2. Maka orang pertama menaruh 6 biji dakon dalam lingkaran A dan orang kedua menaruh 4 biji dakon dalam lingkaran B
3. Orang pertama memerhatikan biji-biji pada lingkaran A dan orang kedua memperhatikan biji-biji pada lingkaran B
4. Orang pertama meletakkan biji pada bilangan yang merupakan faktor dari 6 dan orang kedua meletakkan biji pada bilangan yang merupakan faktor dari 4
5. Bilangan terbesar dimana terdapat 2 biji dengan warna berbeda merupakan faktor persekutuan terbesar dari kedua bilangan tersebut. Jadi 2 merupakan FPB dari 6 dan 4
6.    Permainan diulang dengan soal yang berbeda lainnya


_DN_

Contoh Inovasi di Bidang Pendidikan


1. Sekolah Alam

          Pembelajaran di sekolah alam banyak dilaksanakan di ruang terbuka, dengan memanfaatkan potensi yang ada di dalam lingkungan sekolah. Hal ini sesuai dengan metode belajar bersama alam. Pada prinsipnya, sekolah alam menggunakan metode patut dalam memilih model pembelajaran. Artinya metode apapun yang sesuai dapat digunakan. Sehingga di sekolah alam yang berbeda kita dapat menemukan model pembelajaran yang berbeda pula.
          Sekolah alam juga biasanya adalah sekolah inklusi, artinya sekolah yang menyediakan tempat bagi siswa berkebutuhan khusus. Berprinsip pendidikan bagi semua, sekolah alam percaya bahwa dengan menyatukan antara siswa biasa dan siswa berkebutuhan khusus, masing-masing pihak akan dapat saling belajar. Siswa berkebutuhan khusus akan mendapatkan spektrum normal, sementara siswa biasa akan lebih tumbuh rasa empatinya terhadap sesama.

Bentuk  : Bottom-Up Model
Jenis  : Lembaga Pendidikan

2. Penerapan Musik dalam Kegiatan Belajar Mengajar

                   Mengenalkan dan memasukkan musik ke dalam kurikulum sejak dini tidak hanya akan meningkatkan apresiasi siswa terhadap musik, tetapi juga dapat meningkatkan kecerdasan musiknya. Keuntungan lain adalah membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang matematika, membaca dan sains.

                   Musik instrumentalia dengan alunan  lambat (bukan mendayu-dayu) dapat merupakan kriteria untuk memilih musik yang cocok. Permainan seksofon, flute, organ, gitar, secara tunggal, maupun orchestra dapat melancarkan aliran darah pada bagian tertentu otak dan hubungan sinaptik. Musik-musik dengan ritme lambat dan syair yang menenangkan dapat menjadi makanan bagi otak emosional dan otak spiritual. Musik-musik klasik seperti : Mozart, Bethoven, dan  Vivaldi sangat tepat untuk meningkatkan otak rasional dan otak emosional. Musik sangat besar pengaruhnya dalam upaya mencerdaskan anak, dengan demikian diharapkan  guru dan juga orang tua bisa memanfaatkan  musik dengan cara memperdengarkan secara lembut pada saat anak belajar. Karena dengan musik akan menumbuhkan kemampuan otak sehingga anak menjadi cerdas. Di samping itu musik memberikan kenyamanan, rasa aman, tenang, sehingga belajar akan bisa menajadi konsen dan asyik.

Bentuk         : Quantum Learning
Jenis  : Strategi Pembelajaran

 3. Wajib Belajar 12 Tahun

      Pada tahun 2010 pemerintah pusat mencanangkan peningkatan setatus dari wajib belajar dikdas 9 tahun menjadi wajib belajar 12 tahun. Program wajib belajar 12 tahun memberikan isyarat pada seluruh lapisan masyarakat secara umum bahwa warga negara Indonesia diwajibkan menyelesaikan pendidikan minimal berijazah kualifikasi SMU sederajat. (artinya target kedepan sampai waktu yang ditentukan seluruh rakyat Indonesia mempunyai kualifikasi minimal lulusan kualifikasi SMU sederajat). Maka dengan itu, kita sebagai warga negara dan masyarakat yang cinta terhadap pendidikan program tersebut adalah merupakan program kolektif dan program bersama yang harus kita kawal dan kita dukung oleh seluruh kemampuan komponen lapisan masyarakat Indonesia.

Bentuk         : Top Down Model
Jenis  : Keputusan Pemerintah

4. Ujian Nasional Berbasis Komputer

                   Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media dalam pengerjaan ujian. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based. Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian atau hasil jawaban siswa dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
                   Dalam rangka meningkatkan kualitas UNBK Tahun 2016, Puspendik melibatkan PTN untuk mendukung secara teknis. Sebagai langkah awalnya pada tanggal 27 Oktober 2015 telah dilaksanakan FGD yang melibatkan 5 (lima) PTN yaitu: ITB, ITS, UI, UGM, dan UNBRAW bertempat di Gedung Puspendik Jakarta Pusat.

Bentuk         : Top-Down Model
Jenis  : Sistem Pendidikan

5. Gerakan Indonesia Mengajar

                   Indonesia Mengajar (IM) merupakan sebuah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda terbaik bangsa ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengabdi sebagai Pengajar Muda (PM) di Sekolah Dasar (SD) dan masyarakat selama satu tahun. Gerakan Indonesia Mengajar pada tahun 2009 untuk menjadi lebih dari sekadar program, tetapi sebagai gerakan untuk mengajak bersama masyarakat yang berikhtiar untuk ikut berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai wujud upaya melunasi janji kemerdekaan.
                   Meyakini bahwa pendidikan dasar adalah fondasi pembangunan masyarakat Indonesia, maka Indonesia Mengajar (IM) percaya bahwa pendidikan dasar untuk anak-anak di seluruh pelosok Indonesia wajib disampaikan dan didampingi oleh generasi terbaik bangsa. Didasari juga oleh janji kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka IM mengambil inisiatif untuk mendampingi sekolah dasar–sekolah dasar di berbagai pelosok Indonesia dengan merekrut, membekali, dan menempatkan sarjana-sarjana terbaik bangsa yang memiliki semangat mengabdi untuk mengajar di sebuah SD selama satu tahun. Para pemuda yang dikirim sebagai guru sekolah dasar (SD) ke daerah disebut sebagai Pengajar Muda.

Bentuk         : Bottom-Up Model
Jenis  : Gerakan Pendidikan



Daftar Pustaka

Campbell, Don. 2001. “Efek Mozart, Memanfaatkan Kekuatan Musik untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreativitas, dan Menyehatkan Tubuh”. Penerjemah T. Hermaya, Cetakan I Januari, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Gunawan, Adi W. “Genius Learning Strategy”, 2006, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
http://abdrahman0123.blogspot.co.id/
https://dinamikaguru.wordpress.com/2012/01/08/penerapan-musik-dalam-pembelajaran-sebagai-sebuah-inovasi-pendidikan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Mengajar




_DN_



Dongeng: Rusa yang Sombong


Pada zaman dahulu kala, hiduplah seekor rusa yang sombong. Dia tidak pernah mau membantu apabila ada binatang lain yang kesusahan. Dia selalu merasa bahwa hidupnya tidak membutuhkan bantuan dari orang lain.
Suatu hari saat dia sedang mencari makan di hutan, dia melihat kelinci yang badannya terjerat oleh perangkap.
“Rusa bisakah kau menolongku? badanku terjerat oleh jaring. Tolong bantu aku untuk melepaskan ini.” Pinta sang kelinci
“Untuk apa aku menolongmu? Itu adalah salahmu sendiri yang tidak berhati-hati. Lebih baik aku mencari makanan daripada menghabiskan waktu untuk menolongmu.” Rusa lalu pergi mengabaikan permintaan tolong dari kelinci.
Sampai suatu hari saat rusa sedang berjalan di tengah hutan tiba-tiba dia melihat ada bermacam buah yang berserakan di tanah.
“Wah kenapa ada banyak sekali buah disini? Aku harus cepat-cepat mengambilnya.” Kata sang rusa
Kemudia rusa pun mendekati buah-buahan tersebut dengan cepat. Tiba-tiba saat dia sudah sampai di tempat buah-buahan tersebut, dari atas muncul  jaring yang langsung menjerat tubuh rusa. Rupanya itu adalah sebuah jebakan.
“Tolong! Tolong aku!” teriak sang rusa.
Lalu dari arah barat datanglah seekor gajah. Gajah yang melihat rusa terjerat jaring hanya terdiam.
“Gajah kumohon tolong aku lepaskan jeratan tali ini. Aku tidak mau sampai ditangkap oleh pemburu.” Pinta sang rusa.
“Untuk apa aku menolongmu? Bukankah kau juga tidak pernah mau menolong orang lain.” Jawab gajah itu.
Lalu gajah pun berjalan menjauhi rusa yang sombong itu. Kemudian tidak lama setelah itu, dari kejauhan terlihat seekor kancil. Rusa yang melihat ada binatang lain langsung berteriak meminta pertolongan.
“Kancil kumohon tolong aku. Tubuhku terjerat oleh jaring ini.” Mohon rusa dengan memelas.
“Itu adalah balasan dari sikap mu selama ini. Bukankah kau tidak pernah mau peduli dengan sekitar mu? Sekarang rasakan hasil dari perbuatanmu selama ini.” Ujar sang kancil yang kemudian berlalu dari tempat tersebut.
Rusa hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini. Dia sadar bahwa tidak aka nada binatang yang mau menolongnya.
“Apa yang terjadi padamu rusa?” Tanya seekor kelinci yang tiba-tiba datang mendekati rusa.
Ternyata kelinci tersebut adalah kelinci yang dulu pernah rusa tinggalkan saatkelinci tersebut sedang terperangkap.
“Tubuhku terjerat oleh jaring ini. Aku tidak bisa melepaskan diri dari perangkap ini.” Jelas sang rusa dengan sedih.
Kemudian tanpa diduga, sang kelinci membantu melepaskan ikatan tali yang mengikat kaki sang rusa. Rusa yang melihat itu hanya bisa terdiam.
“Kenapa kau mau menolongku kelinci? Bukankan aku sudah jahat kepada mu?” tanya sang rusa keheranan.
“Aku tidak mungkin meninggalkan temanku yang sedang kesulitan. Walaupun kau berbuat jahat, tapi aku tidak mau membalas dengan berbuat jahat juga.” Ungkap sang kelinci terus terang.
Rusa yang mendengar kata-kata sang kelinci pun merasa tersentuh. Dia sangat menyesal dengan sikapnya selama ini.
“Terima kasih banyak kelinci. Aku sangat menyesal telah bersikap tidak peduli dengan sekitar ku selama ini. Ternyata masih ada yang mau peduli terhadap ku. Aku sadar bahwa memang sudah seharusnya kita semua hidup saling tolong-menolong” Jawab sang rusa dengan sungguh-sungguh.
Mulai saat itu, sang rusa pun merubah sikapnya terhadap semua binatang di hutan itu. Dia menjadi lebih peduli dan mau saling tolong-menolong. Akhirnya rusa dan kelinci pun menjadi teman baik.



_DN_

Pengalaman Membatik di Museum Tekstil Jakarta



Nah, kali ini saya akan sendikit menceritakan tentang pengalaman membatik di Museum Tekstil yang ada di Jalan Aipda K.S. Tubun No. 2-4, Tanah Abang, Jakarta Barat. Ruang pamer museum digunakan untuk memamerkan koleksi tekstil Indonesia, koleksi para designer, maupun sumbagan dari para pencinta tekstil. Museum mempunyai berbagai macam koleksi kain serta koleksi busana. Untuk tempat membatiknya sendiri terdapat di pendopo belakang museum. Apabila kalian ingin pergi dengan rombongan ada baiknya membuat janji dengan menelpon pihak museum terlebih dahulu. Karna biasanya sudah banyak yang membuat janji untuk membatik. Jadi kalian harus tentukan hari dan tanggal yang tersedia terlebih dahulu yaaa.


Oke sebelum kita masuk ke inti, saya akan memberi sedikit informasi mengenai batik. Apasih batik itu? Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Batik merupakan salah satu kebudayaan indonesia yang sudah mendunia. Kaya akan motif dan coraknya yang menarik. Saat ini batik sudah banyak diaplikasikan pada benda benda keseharian. Sehingga batik menjadi lebih dekat di kalangan masyarakat. Batik merupakan salah satu kekayaan warisan budaya bangsa Indonesia.


Alat dan Bahan Membatik

Alat untuk membatik ini sudah disediakan oleh pihak museum. Jadi kalian gak perlu repot-repot bawa ini itu kesana. Pokoknya praktis dehhh. Alat dan bahan untuk membatik itu kurang lebih seperti ini:
1. Kain putih
2. Pensil
3. Jarum
4. Pola batik
5. Ram Penjepit Kain
6. Canting
7. Pewarna kain
8. Lilin Malam
9. Kompor untuk Memanaskan Lilin
10. Celemek

Langkah-langkah membatik

 
Siapkan kain putih polos dan gambarlah pola yang diinginkan dengan menggunakan pensil. Kemudian rapatkan dengan ram penjepit kain.
.
.

Lilin malam akan dipanaskan terlebih dahulu oleh petugas yang akan membantu kita selama disana. Gunakanlah lilin malam untuk melukis kembali pola yang telah digambar di kain.
.
.

Proses pembatikan menggunakan canting dan lilin malam dimulai dengan memiringkan kain. Lakukan dari bagian atas kain lalu turun ke bawah. Saat proses ini kalian harus hati-hati yaa karena lilinnya itu panas. Posisi tangan saat memegang canting itu juga penting loh, karena bila kita salah memegang maka lilin yang keluar dari canting akan berantakan. Buat para pemula gausah khawatir karna kita akan diberi banyak arahan oleh para petugas disana. Jadi sambil membatik kita juga akan didampingi petugas supa lebih aman.
.
.

Putarlah kain jika bagian atas sudah selasai. Lakukanlah hal yang sama terhadap dua sisi kain depan dan belakang. Jangan lupa menulis nama kalian di bawah gambar batik supaya tidak tertukar dengan karya yang lain.
.
.

Setelah semua bagian kain dilukis dengan lilin, tahap selanjutnya pewarnaan kain. Proses pewarnaan dimulai dari mencuci kain dengan air bersih lalu diberi pewarna kain. Biasanya kalau untuk di museum tekstil itu kita bakal dibantu sama petugas.
.
.

Setelah proses pewarnaan, kain di rebus sebentar ke dalam panci yang berisi air dan campuran tepung dan lainnya. Proses ini bertujuan supaya lilin malam yang dipakai tadi akan luntur dan membentuk pola yang telah kita buat. Nah tenang aja proses ini juga dibantu kok sama petugas disana, jadi kalian gausah khawatir takut terkena cipratan air panasnya.  Lalu kain yang direbus di siram air biasa agar tidak panas.
.
.


Proses terakhir yaitu penjemuran, jemurlah batik sampai kering. Baru deh hasilnya bisa dibawa pulang untuk kenang-kenagan di rumah.
.
.

Hasil Batik



Kita sebagai warga negara Indonesia harus dapat lebih mencintainya dan banggga terhadap kebudayaan negaranya, salah satunya yaitu batik. Karna batik adalah warisan turun temurun dari nenek moyang kita yang harus dilestarikan keberadaannya supaya tidak mudah diklaim oleh negara lain. Sebaiknya memakai batik perlu ditingkatkan lagi agar ciri khas kita sebagai warga Negara Indonesia tidak hilang.

          Itulah pengalaman saya membatik di museum. Sungguh pengalaman yang sangat menakjubkan dan menambah ilmu. Kalian juga harus mencoba membatik disana. Karena dengan harga tiket masuk yang murah kita bisa menikmati pengalaman membuat kain batik dengan tangan kita sendiri. Kita akan belajar bagaimana pentingnya sabar dan tekun dalam membatik.

_DN_


Kenapa Harus Jadi Guru?



          Ada beberapa orang yang bertanya “Kenapa mau jadi guru?”. Sebenarnya awal mula ingin menjadi guru itu saat saya masih SD. Gatau kenapa setiap ngeliat guru ngajar di depan kelas ada rasa kagum yang gak bisa dijelasin sama kata-kata. Nah dari situ lama kelamaan punya cita-cita jadi guru. Disaat dulu SD anak-anak di kelas kebanyakan bercita-cita jadi dokter, saya tetep kekeuh mau jadi guru. Di rumah sering main “guru-guruan” sama teman-teman di rumah, dan saya yang jadi gurunya. Dulu sewaktu ditanya “kenapa mau jadi guru?” jawabnya paling “gatau, kayanya keren bisa di depan kelas sambil ngajarin orang-orang”. Iya, sesimpel itu dulu pemikiran saya buat jadi guru.

                    Seiring bertambahnya usia, semangat untuk jadi guru tidak pernah surut dalam diri saya. Saat SMA dan ditanya ingin masuk ke kampus mana, saya memilih UNJ karena disana merupakan salah satu kampus pendidikan yang mencetak para guru-guru. Setelah beberapa konflik dilalui karna masalah dalam pemilihan jurusan, Alhamdulillah akhirnya saya diterima masuk di UNJ jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar melalui jalur SNMPTN. Rasanya sangat menggembirakan dapat satu langkah lebih dekat untuk menjadi seorang guru seperti yang saya impikan selama ini.



          Selama kuliah sampai saat ini banyak sekali suka duka untuk menjadi guru yang saya alami. Menjadi guru tidak semudah yang dipikirkan. Banyak hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan ilmu kepada anak didik saya nanti. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan makanan sehari-hari bagi mahasiswa calon guru seperti saya dan teman-teman. Saya harus dapat membuat media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sesuai jenjang usia siswa yang saya ajarkan, memahami setiap kurikulum yang ada di Indonesia dan yang lebih penting ada mampu memahami karakteristik dari siswa yang nanti akan menjadi peserta didik saya. Saya juga diberitahu untuk tidak hanya mengajar tapi juga harus mendidik murid saya nanti. Memang beda? Tentu beda. Apabila mengajar adalah hanya sampai kegiatan untuk menyampaikan materi ajar kepada para siswa. Maka mendidik lebih menekankan kepada meningkatkan keterampilan sikap. Jadi, mengajar belum tentu mendidik. Apabila saat di kelas murid diajarkan tentang contoh-contoh norma kejujuran, maka guru juga perlu mendidik bagaimana murid harus menerapkan norma-norma tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.


          Saya yang tergolong ke dalam pribadi Introvert, awalnya sempat kesulitan saat harus melakukan demonstrasi pengajaran di depan banyak orang. Akhirnya lama-kelamaan kepercayaan diri saya mulai tumbuh dan saya belajar untuk menjadi se-komunikatif mungkin saat menjadi guru. Karena apabila ada niat pasti ada jalan untuk belajarJ

          Saya ingin kedepannya menjadi guru kreatif yang dapar membuat proses belajar menyenangkan menggunakan metode dan alat peraga yang sesuai. Guru yang dapat memahami karakteristik setiap siswanya dan mampu mengembangan setiap keterampilan dan kepintaran yang dimiliki setiap siswa yang pasti berbeda-beda. Saya ingin menjadi guru yang dapat menjalin kedekatan dengan semua siswa saya. Menjadi guru yang mampu memotivasi siswanya untuk menjadi semangat dan lebih baik lagi ke depannya. Untuk para guru di luar sana, terima kasih untuk kerja keras kalian. Saya bangga nantinya bisa menjadi bagian dari diri kalian. Ternyata jalan yang ditempuh untuk mendidik anak-anak Indonesia selama ini tidaklah mudah. So, jangan pernah memandang sebelah mata guru kalian yaaaa.....


_DN_


Membuat Tas Kecil dari Kain Flanel dengan Teknik Anyaman



Kalian pasti familiar dengan teknik anyaman kan? Apasih teknik anyaman itu? Seni anyaman merupakan cabang dari seni rupa kriya. Anyaman seringkali dibuat dari bahan yang berasal dari tumbuhan, namun serat plastik juga dapat digunakan. Menganyam berarti mengatur bilah atau lembaran-lembaran secara tindih-menindih dan silang menyilang.
Nah itu sekilas penjelasan mengenai teknik anyaman. Sekarang saya akan memberikan tutorial untuk membuat tas kecil dengan teknik anyaman. Sooo this is it...........

Alat dan bahan

                  • Kain flanel
                  • Gunting
                  • Lem
                  • Spidol
                  •  Penggaris
                  • Benang dan jarum jahit
                  • Kancing Pengait

Langkah- langkah pembuatan


Ukur flanel sesuai dengan kebutuhan kemudian gunting flanel yang sudah diukur tersebut



Buatlah pola garis selebar 2-3 cm sepanjang kain flanel yang telah diukur tersebut




Gunting flanel dengan warna yang berbeda dengan sebelumua menjadi panjang-panjang. Flanel ini digunakan untuk lembaran-lembaran menganyam





Buatlah pola anyaman sesuai dengan kreasi mu. Salah satu contohnya adalah seperti berikut
Lalu lem sekeliling pola tersebut supaya rapih dan tidak berubah bentuk



Gunting bagian-bagian yang melebihi kain supaya terlihat rapih.



Kemudian sisipkan busa supaya tas lebih terlihat berbentuk ditengah kain flanel tersebut lalu di lem. Dapat menggunakan lem tembak supaya lebih merekat.



Potong lagi flanel dengan panjang sekitar 70cm sebanyak 3 buah


Ikat ketiga flanel tersebut menjadi satu bagian



Kemudian buat ikatan kepang pada tali tersebut. Tali ini kemudian digunakan sebagai tali sangkilan(?) tas. 



Tali yang sudah selesai dikepang kemudian dilem di bagian pinggir kedua sisi tas seperti gambar di samping. 




Jait kancing pengait agar tas dapat dibuka tutup 




Selesai dehhh tas kecil buatan sendiri. Nah itu dia sedikit penjelasan tentang cara membuat tas dari kain flanel menggunakan teknik anyaman kreasi saya.Yuk buat kreasimu sendiri. Byeee!




_DN_